Pemrograman Komputer

DESKRIPSI
Pemrograman komputer adalah dasar dalam pengembangan sebuah sistem penunjang keputusan (Decision Support System) berbantuan komputer. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan dukungan perangkat lunak yang memadai untuk menghasilkan keputusan bermutu. Pembangunan sebuah pemrograman komputer harus memiliki kemampuan analisis dan logika. Analisis diperlukan untuk mengetahui elemen-elemen masukan, proses dan keluaran, sedangkan logika adalah kemampuan membangun hubungan antar masukan, proses dan keluaran menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku.

KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menghasilkan program komputer untuk aplikasi metoda yang kompleks (RPKPS, SAP)

POKOK-POKOK PEMBELAJARAN
Pengertian algoritma dan pemrograman (Pertemuan-1, Pertemuan-2)
Tipe data dan operator (Pertemuan-3)
Pengenalan Bahasa C# (Pertemuan-4: Tutorial#1, Pertemuan-5: Tutorial#2)
Percabangan (Pertemuan-6)
Perulangan (Pertemuan-7)
Pengurutan
Pencarian
Proyek aplikasi C#


EVALUASI BELAJAR
UTS (Soal, Penyelesaian, Nilai)
UAS  (Soal, Penyelesaian, Nilai)



Simulasi Komputer

DESKRIPSI
Beberapa masalah di dunia industri dan bisnis harus diselesaikan menggunakan teknik simulasi komputer. Penerapan teknik simulasi komputer membutuhkan pemahaman yang baik tentang teori probabilitas dan pemodelan sistem. Penyelesaian masalah dengan teknik ini juga perlu didukung dengan perangkat lunak. Pemahaman yang baik terhadap masalah yang akan diselesaikan dengan penguasaan perangkat lunak simulasi komputer menjadi kunci sukses penerapan teknik ini.

KOMPETENSI
Mahasiswa mampu bekerjasama secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah dengan model simulasi komputer (RPKPS, SAP).

POKOK-POKOK PEMBELAJARAN:
Konsep dasar simulasi (Pertemuan-1, Pertemuan-2)
Pemodelan konseptual (Pertemuan-3, Pertemuan-4)
Aplikasi tipe-tipe distribusi probabilitas (Pertemuan-5, Pertemuan-6)
Model-model antrian dalam simulasi (Pertemuan-7&8, Pertemuan-9, Pertemuan-10&11)
Verifikasi dan validasi model simulasi (Pertemuan 12-13)
Analisis keluaran (Pertemuan 14-15)
Aplikasi perangkat lunak simulasi komputer (Pertemuan 16-21)

REFERENSI
Kelton, W. D., Sadowski, R. P., Sadowski, D. A. (2001) 'Simulation with ARENA', Mc Graw-Hill, MA 
Altiok, T., Melamed, B. (2007) 'Simulation Modeling and Analysis with ARENA', Elsevier Inc, MA

EVALUASI BELAJAR
Tugas (Template, Nilai)
UTS (Soal, Penyelesaian, Nilai)
UAS (Soal, Penyelesaian, Nilai)

Perancangan Tata Letak Fasilitas Pabrik

DESKRIPSI:
Perancangan tata letak pabrik (plant layout) adalah teknik menempatkan mesin-mesin menjadi sebuah konfigurasi yang logis berdasarkan aliran bahan untuk memproduksi barang-barang yang telah ditetapkan. Proses perancangan membutuhkan pengetahuan tentang produk dan proses, keterkaitan kegiatan, formasi mesin-mesin, dan pemindahan bahan. Berbagai metoda dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tata letak pabrik baik teknik heuristik, analitik dan simulasi. 

KOMPETENSI: 
Mahasiswa mampu menganalisis, merancang dan mengevaluasi tata letak pabrik.
Mahasiswa mampu bekerjasama secara berkelompok untuk menyelesaikan rancangan tata letak pabrik. 
(RPKPS, SAP)

MATERI KULIAH:
Permasalahan dalam tata letak pabrik (Pertemuan-1, Pertemuan-2)
Analisis produk dan proses produksi (Pertemuan-3, Pertemuan-4: Praktikum, Pertemuan-5, Pertemuan-6, Pertemuan-7: Praktikum)
Pola aliran bahan (Pertemuan-8, Pertemuan-9: Praktikum)
Analisis Keterkaitan Kegiatan - ARC, ARD dan AAD (Pertemuan-10)
Penyelesaian masalah tata letak mesin-mesin (Pertemuan-11, Pertemuan-12&13, Pertemuan-14, Pertemuan-15, Pertemuan 16, Pertemuan-17)
Tata letak teknologi kelompok (Pertemuan-18&19)
Gudang (Pertemuan-20&21)
Sistem pemindahan bahan

REFERENSI
Heragu, S. (1997) 'Facilities Design', PWS Publishing , Boston
Tompkins,J.A, White,J.A., Bozer,Y.A., Frazelle, E.H, Tanchoco, J.M.A, and Trevino, J. (1996) 'Facilities Planning', Wiley, NY
Apple, J. M. (1977) 'Plant Layout and Material Handling', Wiley, NY

EVALUASI PEMBELAJARAN
Soal & Penyelesaian UTS (Soal, Penyelesaian, Nilai)
Soal & Penyelesaian UAS

Buku-buku

Makalah Hibah Bersaing 2009

Disain Sel Manufaktur Pabrik Alsintan dengan Duplikasi dan Reorientasi Mesin yang Bottleneck
Insannul Kamil1, Putri Andam Sari2, Taufik1 dan Rika Ampuh Hadiguna1
1.Staf Pengajar, Teknik Industri Universitas Andalas, Padang
2.Alumni, Teknik Industri Universitas Andalas, Padang

Abstrak

Studi ini menghasilkan metoda mendisain formasi sel manufaktur didasarkan pada upaya meningkatkan fleksibilitas volume produksi dan variasi produk. Sebuah metodologi baru diperkenalkan untuk mendapatkan berbagai formasi sel manufaktur berdasarkan duplikasi dan reorientasi posisi mesin-mesin yang bottleneck. Studi kasus dilakukan pada pabrik alsintan. Hasil disain dipilih dengan metoda proses hirarki analitik (AHP).

Kata kunci: sel manufaktur, tata letak, pabrik alsintan, duplikasi, reorientasi (Full Paper)

www.isiem.org

Mathematical model for manufacturing cell formation with fuzzy demand consideration

Rika Ampuh Hadiguna, Insannul Kamil, Taufik
Department of Industrial Engineering, Andalas University
Limau Manis, Padang

Abstract (Notification)

This paper studies a mathematical modeling for solving manufacturing cell formation problems at agriculture equipment and machinery industries (alsintan). Model use a single objective by considering product demand as fuzzy number. Applying fuzzy number for product demand because demand always fluctuation. This fluctuation admission in uncertainty condition that represented in form of fuzzy number. Model consider costs of component processing and material handling. There are two activities of material handling that is intra cell and inter cell. Number of machines that grouped and batch size have been known. Fuzzy number applied is S curve modified that effectively in various of production management area. Model that developed was applied for alsintan industry that have two product types that is hydrotiller and thresher. Model performance is analyzed with two scenario’s. First scenario is cell formation based on two product types and second scenario only applies hydrotiller having more process type. Model performance measure as comparison is minimum total cost. Model who developed in this paper would be benefit to decision taker in choosing best cell formation for implementation.

Keywords: cell formation, fuzzy demand, mathematical model, S curve modified